Sebuah Prinsip

Memperingatkan bahaya Hadits palsu kepada Umat agar menjauhinya adalah IBADAH kepada Allah dan Pembelaan kepada Rasulullah shalaAllahu alaihi wasallam.

Kalau ada manusia fanatik lalu membenci admin karena menjelaskan hadits palsu serta orang orang yang membawakan hadits palsu itu maka kami katakan ,” Hadakumullah” semoga Allah memberinya petunjuk.

MAKA SAYA KATAKAN

Demi Allah , saya hidup di tanah Rasulullah shalaAllahu alaihi wasallam hidup.

Saya bertetangga dengan cucu keturunan para Sahabat Rasulullah di Madinah.

Dan kami shalat di tempatnya shalat Rasulullah dan para sahabatnya..

Lantas apakah kami tidak cemburu jika ada orang melukai “Kehormatan” Rasulullah dengan menyebut hadits palsu padahal beliau tidak mengucapkannya ??

Demi Allah… kalau seandainya anda letakkan pedang di leher ini lalu anda memaksa kami untuk berdusta atas nama Rasulullah, maka putusnya urat leher ini lebih ringan dibanding berdusta atas nama Rasulullah!!

Lihatlah Muhammad bin Nuh,,,

Sahabatnya Imam ahmad yang enggan mengatakan bahwa AlQuran adalah makhluk karena tidak pernah diucapkan oleh Rasulullah..

Beliau wafat dalam keadaan berpegang teguh dengan sunnah Rasulullah sedangkan punggung beliau masih mengalirkan darah karena dicambuk membabi buta.

Lihat Imam ahmad yang hampir wafat karena berpegang teguh dengan Sunnah Rasulullah sambil menjelaskan bahwa AlQuran adalah Kalamullah bukan makhluk..

Apalah dibanding kami ini..

Da’i da’i yang lemah dan belum pernah diuji seperti keimanan mereka…

Kami hanya berharap, Bahwa akan terus mengibarkan bendera Sunnah , Melumatkan sehabis habisnya perkara Bid’ah dengan lemah lembut dan hikmah..

Namun jika di antara kami ada yang wafat karena itu..

Diracuni karena itu…

Dibunuh karena itu..

Dibubarkan pengajiannya dan pesantrennya karena itu..

Maka setidaknya jika kami dibangkitkan di hari kiamat…

Kami akan bersaksi bahwa dahulu kami melawan orang orang yang memalsukan hadits engkau Ya Rasulullah..

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya berdusta atas (nama)ku tidak sama dengan berdusta atas (nama) orang lain, barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka hendaknya dia menempati tempat duduknya di neraka” HR al-Bukhari (no. 1229) dan Muslim (no. 4).

….
Admin Suara Madinah

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*