Denda 20 Ribu Reyal Bagi Ekspatriat yang Bekerja di Toko Emas

Bagi toko emas dan berlian yang mempekerjakan ekspatriat, terancam dikenai sanksi denda sebesar SR 20,000 mulai 3 Desember mendatang. Sektor jual beli emas dan berlian merupakan salah satu bagian dari proyek saudisisasi, memaksa seluruh pegawai penjual emas harus warga Saudi 100%.

Kementerian Tenaga Kerja segera menunjuk petugas tetap di setiap pasar dan mall untuk melakukan inspeksi mendadak dan menghukum pelanggar undang-undang tentang saudisasi ini.

Khaled Aba Al-Khail, juru bicara Kementerian Tenaga Kerja dan Pembangunan Sosial, mengatakan bahwa para petugas lapangan tersebut akan melacak pelanggar dan memberlakukan denda setelah batas waktu terakhir, 3 Desember 2017.

Meskipun demikian, anggota Komite Logam dan Batu Mulia di Kamar Dagang Saudi telah menyatakan keberhasilan Saudisasi di sektor ini.

“Kami perlu memerangi usaha pengelabuan tenaga kerja agar saudisasi berhasil,” kata Abdul Mohsen Al-Namir, anggota komite, merujuk pada toko perhiasan yang dikelola oleh ekspatriat atas nama orang Saudi.

Terdapat lebih dari 6.000 toko emas dan perhiasan di Arab Saudi yang mempekerjakan sekitar 25.000 pekerja termasuk ekspatriat. Beberapa di antaranya dimiliki oleh investor asing.

“Keberhasilan saudisasi bergantung pada keberhasilan memerangi korupsi. Banyak orang asing yang memiliki toko emas dan perhiasan dan ruang eksebisi,” kata Al-Namir kepada surat kabar Al-Madina Arab Saudi.

“Banyak toko ada mengatasnamakan orang Saudi tapi sebenarnya dimiliki oleh ekspatriat. Beberapa orang asing sudah masuk dalam bisnis ini dengan bermitra dengan warga Saudi, “jelasnya.

Al-Namir juga menyampaikan tentang kemungkinan mengakomodir orang Saudi yang berkecimpung dalam bisnis penggelapan tenaga kerja sebagai investor.

Dia meminta kementerian untuk mempelajari alasan kegagalan Saudisasi dan memberi cukup waktu kepada toko untuk menangani berbagai macam alasan yang menghambat 100% saudisasi sektor ini selama 16 tahun terakhir.

“Saat ini tingkat Saudisasi di sektor ini tidak lebih dari 50 persen,” katanya.

Abdul Ghani Al-Muhanna, anggota panitia lainnya, menyatakan harapannya kepada kementerian terkait untuk menjadikan saudisasi di sekor ini, karen dapat menghapus pengelabuan tenaga kerja.

“Penurunan jumlah pegawai Saudi di sektor ini benar-benar menjadi perhatian yang serius,” katanya kepada surat kabar Al-Madina.

Dia mengatakan bahwa ekspatriat sengaja berusaha agar Saudi menjauh dari sektor ini untuk mempertahankan dominasinya.

“Banyak orang Saudi menerima gaji rendah yang memaksa mereka meninggalkan pekerjaan mereka di toko emas dan perhiasan,” katanya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.