Harga Bensin di Arab Saudi yang Tidak Standar

Jalan menuju Dammam

Jika Anda penggemar traveling, suka dengan perjalanan jauh dengan kendaraan darat di dalam negeri Arab Saudi, maka informasi di bawah ini layak diketahui agar tidak panik dan protes.

  • Harga bensin berbeda-beda di setiap stasiun pengisian bahan bakar. Ini dapat Anda dapatkan di perjalanan Riyadh – Makkah. Sepanjang rute 40, jalur tercepat yang menghubungkan Wilayah Timur dan Barat Saudi tersebut, Anda akan dapati harga bensin yang tidak sama. Terutama di lokasi di tengah padang gurun pasir, jauh dari perkotaan. Sebagai contoh, mengisi bensin di pelosok Dhalm, 1 liter dihargai 0,77 riyal/liter, sementara di Al-Humiyat petugas menarik harga 0,78 riyal/liter. Bahkan di kampung Ruwaidah, sekira 2,5 jam perjalanan dari Riyadh, petugas stasiun pengisi bahan bakar menarif 0,80 riyal/liter.  Harga tersebut bukan di-mark up oleh petugasnya, tetapi memang tercantum di mesin pengisi bensin.
  • Minim lampu penerang jalan. Meskipun di jalanan kota-kota Arab Saudi lampu sangat bertaburan cahaya, hal ini bertolak belakang di sepanjang jalan perkampungan di tengah padang pasir. Periksa kelayakan lampu mobil Anda jika melakukan perjalanan melewati area gelap tersebut, juga persiapkan fisik agar tidak mengantuk selama menyetir di jalan lurus yang membosankan dan gelap gulita.
  • Fasilitas umum kurang terawat. Beberapa rest area di perjalanan antar kota di Arab Saudi, fasilitas umum seperti toilet dan masjid kurang begitu mendapat perhatian. Terutama tempat-tempat yang lama dibangun dan belum dipugar. Tetapi Anda tidak perlu kecewa, Perusahaan Otomotif Arab Saudi (SASCO), kini mulai ekspansi membuka stasiun pengisian bahan bakar di beberapa ruas jalan antar kota. Meskipun, satu lokasi dengan lokasi lainnya bisa berjarak 80 – 100 km dan belum menjangkau sepanjang jalan panjang rute 40 Riyadh – Makkah.
  • “Sahir” mengintai pengebut. Kamera pengintai pelanggar kecepatan ini bertebaran di sepanjang jalan. Pemerintah Arab Saudi mulai memperbanyak kamera yang dikenal sebagai “sahir” ini seiring dengan regulasi baru berlalu lintas. Hanya saja, Direktorat Lalu Lintas yang dikenal sebagai “Murur”belum menempatkan secara merata sampai ke jalanan di pelosok kampung. Tetapi rata-rata ditempatkan di jalanan keluar dan masuk kota-kota tertentu. Dan perlu diwaspadai, khususnya di Provinsi Makkah, sepanjang jalan ke dan dari Taif, layar kamera tidak menghadap ke arah depan kendaraan, tetapi “sahir” akan menjepret plat nomor mobil belakang yang terekam melanggar batas maksimal kecepatan yang ditentukan. Untuk jalan tol luar kota, maksimal 120 km/jam untuk kendaraan penumpang, di dalam kota bervariasi batas maksimal memacu kecepatan mulai dari 80 kmljam hingga 100 km/jam.
  • Sinyal radio berubah. Jika Anda penikmat radio Idzaatul Quranil Karim, maka setiap provinsi, frekuensi gelombang radio tidak tetap sama. Sebagai contoh di Wilayah Timur, radio yang memutar murotal quran dan dakwah Islam tersebut dapat dijangkau dengan 90.00 FM. Memasuki provinsi Riyadh, Anda harus mencari frekuensi yang berbeda untuk stasiun yang sama. Begitu pula saat memasuki Provinsi Makkah dan wilayah lainnya di Arab Saudi.

(berdasarkan pengalaman pribadi penulis, abu fakhri, bisa jadi dalam waktu yang berbeda menjadi berubah)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*