Arab Saudi dan Turki Bentuk Dewan Koordinasi Khusus Untuk Tingkatkan Hubungan Kedua Negara

Turkey's President Tayyip Erdogan (R) and Saudi King Salman shake hands during a ceremony in Ankara, Turkey April 12, 2016. REUTERS/Umit Bektas - RTX29KUO

Hubungan antara Arab Saudi dan Turki menunjukkan peningkatan secara kualitatif dan kuantitatif yang signifikan. Keduanya bahkan lebih intensif dalam menjalin hubungan kedua negara dengan berperan sebagai “pilar utama untuk stabilitas regional,” tekan Duta Besar Turki untuk Arab Saudi, Yunus Demirer.

Berbicara pada peringatan Hari Nasional Turki, Dubes Turki tersebut mengatakan bahwa “Kedalaman dan keragaman hubungan kita, komitmen bersama kita terhadap stabilitas dan kesejahteraan wilayah, dan kepentingan yang saling terkait, membuat negara kita mendorong hubungan yang ada ke tingkat yang lebih tinggi. Kami adalah dua negara bersaudara yang terikat dengan ikatan sejarah, sosial dan budaya yang kuat. ”

Demirer mengatakan bahwa Arab Saudi, sebagai tempat lahirnya Islam dan tuan rumah bagi dua masjid suci, selalu memiliki “tempat tersendiri di hati dan pikiran Turki.” Keduanya merupakan sekutu dekat dan mitra ekonomi yang kuat. “Perhatian lebih lanjut dari hubungan kita ada di segala bidang, tidak hanya bermanfaat bagi rakyat kita saja, tetapi juga untuk seluruh wilayah,” jelas Demirer.

Dia juga mengungkapkan bahwa terjadi peningkatan dialog politik antara Saudi dan Turki, tercatat lebih dari 25 kunjungan resmi tingkat tinggi antara Turki dan Arab Saudi dalam dua tahun terakhir.

Dari peningkatan tersebut, Turki berharap bahwa hubungan antar kedua negara tidak hanya terbatas pada hanya dalam ranah politik, namun juga harus diperkuat dengan hubungan antar pemimpin budaya, akademisi dan yang terpenting adalah di antara masing-masing rakyat kedua negara. Dalam konteks ini, Demirer mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini, jumlah warga Saudi yang berkunjung ke Turki mengalami peningkatan yang sangat signifikan, mencapai lebih dari 500.000 wisatawan pada tahun 2016.

“Jumlah ini meningkat 37 persen dalam tujuh bulan pertama di tahun 2017, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016,” Kata diplomat  tersebut. Dia juga meyakinkan bahwa bisnis dan pariwisata antara kedua negara Saudi dan Turki, telah berkembang pesat sejalan dengan tawaran Turki menawarkan berbagai macam produk dan layanan wisata halal.

Ditanya mengenai kegiatan Dewan Khusus yang dibentuk oleh Arab Saudi dan Turki, dia mengatakan bahwa “komunikasi dan pertukaran kami telah menemukan saluran baru sejak tahun 2016 dengan dibentuknya Dewan Koordinasi Saudi-Turki.”

“Dewan Koordinasi Saudi-Turki merupakan manifestasi alami dari kemitraan strategis yang dinikmati negara kita selama ini,” tambahnya.

“Saat ini, dengan komunikasi politik dan mekanisme struktural yang tepat dalam bentuk kelompok kerja khusus, kekuatan yang ada menemukan arah yang tepat,” kata Duta Besar tersebut, dengan merujuk ke putaran pertama perundingan tahunan yang berlangsung pada 8 Februari 2017 di Ankara.

Dia mengatakan dewan tersebut akan memonitor kerjasama kami di berbagai bidang, seperti budaya, teknologi, olahraga, hubungan ketenagakerjaan dan pembangunan perumahan rakyat. “Kami yakin terciptanya peningkatan secara bertahap dalam lingkup dan intensitas usaha kami dalam kurun waktu singkat dalam kerangka Dewan Koordinasi Saudi-Turki,” katanya.

Menanggapi pertanyaan tentang posisi Turki di Suriah, Yaman dan proses perdamaian Timur Tengah, Demirer mengatakan: “Arab Saudi dan Turki memiliki pandangan dan pendekatan yang sama terhadap berbagai isu regional, seperti penderitaan rakyat Palestina, konflik Suriah, situasi di Irak dan memerangi terorisme. ”

“Karena itu, tidak perlu heran jika inisiatif struktural antara kedua negara merupakan cerminan sentimen antara kedua negara kita dalam solidaritas,” tambahnya.

Di bidang ekonomi, dia mengatakan bahwa kedua negara telah menjalin hubungan yang lebih erat. “Secara cermat diamati bahwa komposisi perdagangan kita menunjukkan peningkatan kerjasama yang saling melengkapi, yang berarti bahwa impor dan ekspor kita telah berevolusi dengan cara yang lebih sesuai dengan kebutuhan satu sama lain,” kata Diplomat tersebut. Tercatat, sebanyak 90 persen impor Turki dari Arab Saudi terdiri dari minyak dan petrokimia, menurutnya.

Di sisi lain, ekspor utama Turki ke Arab Saudi adalah produk industri. Turki juga mengikuti dengan penuh antusias dan apresiasi terhadap Visi Arab Saudi 2030, katanya. “Pemerintahan kami juga menjalankan inisiatif serupa yang disebut Visi 2023, yang berusaha mendorong upaya pembangunan hingga seratus tahun republik kami,” Demirer tersebut menambahkan. “Dalam mengawal transformasi ekonomi dan sosial ini, Arab Saudi yakin telah tepat menemukan partner yang dapat diandalkan di Turki,” katanya. [arabnews]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.