Jemaah Umrah Indonesia di Peringkat Keempat Terbanyak Melanggar Izin Tinggal

Laporan harian al-Hayat baru-baru ini menyebutkan peringkat pelanggaran izin tinggal jemaah umrah Indonesia menempati urutan keempat, yaitu sebanyak 592 orang. Tingkat pertama pelanggaran over stayers oleh jemaah umrah Pakistan mencapai 6,905 dari total 1,453,440 jemaah umrah.

Sementara jemaah dari negara kedua terbanyak yang melakukan pelanggaran izin tinggal adalah Nigeria sebanyak 1,629 over-stayers, diikuti Mesir dengan 1,081 orang. Sementara Sudan di bawah satu peringkat dari Indonesia, mnenjadi yang kelima, dengan jumlah yang sama 592 orang.

Berdasarkan laporan yang sama, dari 10 besar jemaah negara terbanyak yang melaksanakan umrah pada musim lalu, Indonesia menempati rangking kedua dengan 876,246 orang. Diikuti oleh Mesir dan India, masing-masing sebanyak 608,561 dan 525,278 jemaah. Sedangkan Turki di peringkat keenam terbanyak mengirimkan jemaah umrahnya, sebanyak 440,398 orang.

Dalam sebuah pertemuan proyek percontohan yang diselenggarakan oleh Komite Nasional untuk Haji dan Umrah, yang diketuai oleh Marwan Shaaban, menekankan pentingnya kepatuhan biro perjalanan umrah terhadap sistem baru yang baru-baru ini diluncurkan oleh Kementerian Haji dan Umrah. Hal ini bertujuan untuk mengubah pelayanan dengan profesional sesuai dengan Visi Arab Saudi 2030.

Komite tersebut mengindikasikan bahwa pada tahun ini, musim umrah menjadi 300 hari, sebagaimana terungkap dalam pertemuan yang diadakan pada hari Ahad malam di Makkah lalu (22/10). Musim umrah tahun ini dimulai dari awal bulan Muharram hingga akhir bulan Syawal (kalender Hijriah). Perusahaan agen perjalanan umrah pun dituntut untuk bekerja selama 12 bulan dengan durasi penuh waktu. (arabnews)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*